Monday, July 7, 2014

PRESIDEN PILIHAN

     BANYAK pemilih yang sudah yakin dengan pilihannya. Secara pribadi mereka tahu, pada 9 Juli 2014, saat sudah di TPS, siapa yang akan dicoblos. Tentu saja pilihan mereka bisa untuk Prabowo-Hatta atau Jokowi - Jusuf Kalla.
    Namun, ada juga yang belum yakin apakah bakal memilih Prabowo - Hatta atau malah Jokowi - JK. Mengapa? Bukan bingung. Tapi, mempertimbangkan dengan matang apakah yang akhirnya akan dipilih bakal menepati janji janjinya, atau malah seperti yang sudah dibuktikan oleh para pemimpin, yang kebanyakan lalai dalam melaksanakan amanah.
    Juga ada yang malah memilih Golput. Entah karena tetap tidak yakin dengan calon presiden dan wakilnya atau lantaran tak mendapat surat panggilan untuk datang mencoblos ke TPS atau dengan alasan lainnya.
    Begitulah realita yang biasanya memfenomena saat berlangsung pileg atau pilpres
    Tapi lepas dari itu semua, Pilpres kali ini - yang akan digelar 9 Juli 2014, tetap akan berlangsung dan kemudian kita akan tahu siapa yang akhirnya bakal jadi pemenang dan berhak menjadi Presiden-Wakil Presiden, yang akan bertahta di Istana.
    Lantas, apakah anda akan pilih Prabowo dan Hatta?
    Jika yaa, tentu anda tak hanya punya alasan yang kuat mengapa akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Prabowo-Hatta. Tapi juga berharap, setelah terpilih capres/wacapres pilihan anda tak mengingkari janjinya tapi malah membuktikan sanggup melaksanakan amanah dan benar benar memprioritaskan kesejahteraan rakyat
    Jika yang anda yakini, menjadi realita, tentu yang kemudian bangga dan bahagia tak saja anda dan para pemilih yang mencoblos Prabowo-Hatta. Para pendukunng Jokowi-JK, juga menikmati kinerja Presiden dan Wakil Presiden, karena meski Capres dan Wacapres yang didukungnya kalah, tapi tetap ditempatkan sebagai rakyat, yang berhak menikmati hasil kerja keras Presiden Terpilih
    Begitu pun sebaliknya.
    Jadi jika anda yakin dan sudah memutuskan untuk memilih Jokowi-JK. Laksanakan di 9 Juli 2014 dan boleh jadi, saat perhitungan suara justeru Capres dan Cawapres anda yang malah berhasil meraih suara lebih banyak dan akhirnya ditetapkan sebagai Presiden/Wakil Presiden silahkan anda bergembira dan bersujud syukur padaNYA, karena nomor dua ditetapkan sebagai Presiden Pilihan  
    Dan, sebagaimana dijelaskan,jika nomor satu menang dan sanggup melaksanakan amanah dan hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyatm begitu pun dengan yang terjadi jika Jokowi-JK yang memenangkan Pilpres
Tentu, seperti itulah yang paling kita harapkan. Sebab, presiden pilihan memang harus membuktikan dirinya sebagai pelaksanaan amanah lebih sanggup mensejahterakan rakyat timbang mengecewakan rakyat, yang mestinya sejahtera mengingat kekayaan alam Indonesia, sangat mencukupi untuk membangun kesejahteraan rakyat.
     Saya sendiri, tentu saja belum menentukan pilihan. Sebab, sampai hari ini saya kembali tidak mendapat panggilan untuk datang ke TPS. Entah mengapa, saya selalu tidak dipanggil datang ke TPS. Padahal, isteri saya sudah dapat panggilan. Dan, di pileg atau pilkada, isteri saya selalu dapat panggilan sedangkan saya justeru selalu tidak mendapat panggilan
    Padahal, untuk kali ini saya tidak berniat golput. Tapi, kalau sampai Selasa, 8 Juli saya tetap tak dapat panggilan, pada 9 Juli saya akan santai saja di rumah. Menanti hasil hitungan cepat dan sebagai rakyat yang ingin bersuara, tentu saja saya akan lebih setuju dan memilih pemimpin yang programnya benar benar menjanjikan perubahan.
    Mengapa? Karena untuk mengubah Indonesia agar menjadi bangsa yang bermartabat, sang pemimpin harus berani melaksanakan pembagunan moral. Tanpa moralitas yang aduhai, Indonesia akan tetap seperti sekarang. Sulit dibangkitkan, karena yang selalu mampu bangkit dengan hebat adalah budaya korupsi  

Tuesday, April 29, 2014

POLITIK KEPENTINGAN

oleh : Oesman Doblank

Jika sudah menemukan sebuah tiTIK
Koma jangan dijadikan selentiNGAN
Tak mungkin orang baik masuk partai poliTIK
Jika di sana hanya prioritaskan kepentiNGAN

Banyak yang berharap hidup berubah jadi laIK
Silahkan, asal siap masuk ke dalam proSES
Tak mungkin politik berubah menjadi baIK
Jika cuma kepentingan yang mesti di akSES

Bukankah verboden artinya sangat dilaRANG
Tapi justeru banyak yang malah melangGAR
Tak heran jika dalam pemilu banyak yang cuRANG
Sebab, hanya kepentingan yang dijadikan paGAR

Karena kerja partai hanya untuk menambah punDI
Tak heran jika rakyat dibiarkan saja berduka laRA
Bukankah politik hanya untuk kepentingan abaDI
Itu sebabnya rakyat dibuat sulit untuk sejahteRA
  

PANTUN TIKUS TIKUS PAJAK

oleh : Oesman Doblank

Apa yang terbaca setelah buka kauKUS
Mungkin ada informasi yang mengaJAK
Apakah anda mengenali ciri para tiKUS
Yang gemar menggerogoti uang paJAK

Bila tidak atau malah sangat mengeNAL
Tetap waspada agar tak terperangKAP
Nama sang tikus akan langsung terkeNAL
Setelah KPK berhasil nyiduk dan menangKAP

Mbah sudah berpesan, jangan suka raKUS
Tapi kebanyakan tetap saja merasa kuRANG
Adakah cara ampuh menumpas para tiKUS
Agar sadar korupsi itu perbuatan terlaRANG

Melihat tikus makin rakus tentu bikin ngeRI
Apalagi keratannya merusak banyak punDI
Tikus tikus pajak berstatus pegawai negeRI
Sudah digaji besar tapi tak tulus mengabDI

Monday, April 21, 2014

DI USIA SENJA JADI TERSANGKA

oleh : Oesman Doblank

TAK salah jika banyak yang mengatakan, bahwa Indonesia kesulitan memberantas korupsi karena yang membalut negeri ini bukan malas juga bukan bodoh. Kesulitan utama yang dihadapi karena negeri ini dibalut oleh kecurangan dan bukan oleh kejujuran. Langkanya pemimpin yang benar benar siap melaksanakan amanah, membuat Indonesia tak berdaya untuk memberantas korupsi dan untuk itu, memberi kepercayaan penuh pada KPK untuk melaksanakan tugas mulianya, memberantas korupsi

Dan kali ini, kita boleh spontan memberikan dua acungan jempol, karena KPK sudah menetapkan Hadi Poernomo sebagai tersangka. Status tersangka yang dialamatkan ke Hadi Poernomo bukan untuk jabatan terakhirnya sebagai ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang hari ini (21/4) memasuki masa pensiun. Tapi, untuk jabatannya sebagai Dirjen Pajak yang didudukinya sebelum menjadi Ketua BPK

Menurut Ketua KPK, Abraham Samad yang mengumumkan status Hadi Poernomo kepada pada wartawan, sewaktu menjabat sebagai Dirjen Pajak, Hadi Poernomo telah menyalah-gunakan wewenangnya dengan mengambil keputusan agar anak buahnya mengabulkan permintaan Bank Central Asia yang mengajukan permohonan keberatan membayar pajak dan karena keputusan itu, negara dirugikan sebesar Rp 370 milyar

Padahal, permohonan dari bank lain - termasuk BCA, sudah ditetapkan untuk ditolak. Namun, nota dinas yang dibuatnya membuat sang anak buah yang menerima nota dinas dari atasan sehari sebelum masa penetapan berakhir, membuat kebijakan penolakan berubah dan yang kemudian diterima hanya permohonan yang diajukan oleh Bank Cendtral Asia.

Meski yang dilakukan Hadi Poernomo kala itu seperti angin lalu dan tidak terendus, namun apa yang dilakukannya akhirnya terendus, dan KPK berhasil membongkar penyalah gunaan wewenang yang dilakukan Hadi Poernomo. Tak pelak, di usia senjanya dan di saat menikmati HUT nya yang 67 dan kala masa tugasnya di BPK memasuki masa pensiun, Hadi Poernomo tentu terkaget kaget saat mengetahui status dirinya yang diberi kado sebagai tersangka.

Perbuatannya yang seolah olah membebaskannya dari tanggung jawab dan dari jeratan hukum, ternyata tak membuat Hadi Poernomo dapat menikmati masa senjanya dengan tenang dan damai. Sebab, ibarat menyembuyikan bangkai, apa yang disimpan dan disembunyikannya di masa silam atau di saat menjabat sebagai Dirjen Pajak, justeru tercium dan penyalah gunaan wewenang yang dilakukannya, sekian tahun kemudian harus dipertanggung-jawabkan.

Hadi Poernomo tak saja akan segera dicekal agar tak bisa bepergian ke luar negeri. Tapi dia juga akan segera menjalani proses selanjutnya, karena kasusnya ditingkatkan ke penyidikan dan meski kepada pers Hadi Poernomo mengatakan, dirinya akan kooperatif dan mengikuti proses yang dilakukan KPK, bukan tak mungkin jika pria yang mestinya menikmati damai di usia tua, justeru menikmati saat saat stress yang membuatnya harus siap menanggung beban berat. Beban moral yang ditanggung tak hanya oleh dirinya, tapi juga oleh keluarganya.

Untuk perbuatan yang dilakukannya saat menjabar sebagai dirjen pajak, Hadi Poernomo terancam hukuman dua puluh tahun penjara.


Tuesday, April 15, 2014

RINDU PEMIMPIN AMANAH

oleh : Oesman Doblank

Entah kapan pemburu kembali memaNAH
Sebab, belakangan hutan rimba sudah gunDUL
Kita merindukan pemimpin yang amaNAH
Bukan pemimpin mencla mencle dan  manDUL

Tak mungkin bisa melupakan masa siLAM
Terlebih perjalanan sudah jadi sejaRAH
Jika harapan rakyat dibiarkan tenggeLAM
Tak salah jika akhirnya meluapkan amaRAH

Ketika binatang di hutan perlahan musNAH
Akankah hidup dan kehidupan terpelihaRA
Rakyat merindukan pemimpin yang amaNAH
Pemimpin yang memble hanya membuat jeRA













Thursday, April 10, 2014

PANTUN PESTA PARTAI

oleh : Oesman Doblank

Ketika melihat wajah kusut maSAI
Hati jadi terenyuh karena rasa iBA
Ketika masa pencoblosan sudah uSAI
Harapan seperti apa yang akan tiBA

Jangan jangan ikan yang digoreng goSONG
Apalagi kompor ditinggal dan apinya beSAR
Jangan jangan yang tiba harapan koSONG
Sebab, usai pemilu langkah langsung nyaSAR

Padahal berlibur tak hanya bisa ke panTAI
Tapi juga bisa ke gunung atau lain temPAT
Bisa begitu karena pemilu adalah pesta parTAI
Setelah itu rakyat dibiarkan jalan di temPAT



Wednesday, April 9, 2014

PANTUN SELAMAT NYOBLOS

oleh : Oesman Doblank

Nggak sangka jadi ingat pernah boLOS
Begitulah saat indahnya masa sekoLAH
Nggak lupa, kan, besok ke TPS tuk nyobLOS
Kalau menurutmu ada caleg bagus, pilihLAH

Bagus, artinya spesifik, yaitu banyak makNA
Setidaknya karena ahli laksanakan amaNAH
Bukankah lima tahun ke depan gak mau meraNA
Jadi, pilihlah dari yang keluarganya sakiNAH

Yang jelas gatot kaca nggak tidur di aWAN
Waktu bobo dia nikmati kamar yang nyaMAN
Bukankah yang akan dipilih anggota deWAN
Jadi jangan harap bisa pilih yang bak superMAN

Kebiasaan waktu sekolah buku taruh di TAS
Uang seenaknya dimasukkan ke saku baJU
Kalau yang terpilih ternyata tak berkualiTAS
Harap bersabar jika negeri kita lambat maJU

Biarlah malam ini para caleg mimpi bisa loLOS
Sambil ngebayangin kursi empuk yang inDAH
Nah, besok jangan sampai lupa tuk nyobLOS
Yang mesti diingat saat milih jangan gunDAH

Wednesday, April 2, 2014

PANTUN JANGAN MAU DIBUJUK NARKOBA

oleh : Oesman Doblank

Jangan belajar cara membuat air tuBA
Sebab minum air putih sudah seHAT
Jangan mau dibujuk dengan narkoBA
Sebab obat terlarang itu sangat jaHAT

Jahatnya memang tidak serta merTA
Awalnya pun tak seperti ingin mendeRA
Ujungnya memporak prandakan cita ciTA
Sebab, hanya hadirkan sejuta sengsaRA

Meski tahu saat ini memang era pancaroBA
Tapi lebih baik memperkokoh panca indeRA
Janji indah memang ditiupkan oleh narkoBA
Hanya, ujungnya hanya ciptalan duka laRA

Yang terpenting tetap patuhi nasihat ayah bunDA
Tolak ajakan sakaw dan biarlah mereka keceWA
Yang akhirnya habis bukan hanya harta benDA
Tapi juga sangat mengancam keselamatan nyaWA

Jika pernah dengar lagu dan tarian la bamBA
Simak saja sebagai musik hiburan biaSA
Bersikap tegaslah dalam menolak narkoBA
Sebab, bahanya sungguh sangat luar biaSA

Bukankah melanggar lalu lintas bisa didenDA
Makanya keinginan melanggar jangan dicoBA
Bukankah kita tak mau mati di usia muDA
Agar tetap hidup bahagia, jauhi bujukan narkoBA

PANTUN TIDAK BISA BAYAR HUTANG

oleh : Oesman Doblank

Bagaimana cara mudah bikin kuTANG
Wah tanyanya ke pengusaha konfekSI
Siapa saja yang punya banyak huTANG
Nggak perlu merasa tertekan dan depreSI

Bukankah masih hidup di jagat raYA
Sebelum ajal tekadkan untuk melunaSI
Jadi, selama rekan rekan masih percaYA
Punya hutang jangan merasa frustraSI

Siapa saja yang siap dan berani berlaYAR
Bakal merasa asyik mengarungi laut lePAS
Insya Allah suatu saat bakalan terbaYAR
Jadi tak perlu merasa bakalan terhemPAS

Bukan tak dijinkan bermain di saat paNAS
Timbang ngayap, kan lebih baik istiraHAT
Tetap ingat, hutang harus dibayar luNAS
Lebih baik niat membayar timbang niat jaHAT

Bukankah selama ada dan malah banyak peluANG
Selama itu tetaplah berusaha dengan giGIH
Sebaiknya bilang terus terang belum punya uANG
Agar rekan yang memberi hutang tak perlu menaGIH

Yang penting jangan merasa menang atau saLAH
Tapi berpikir proporsional dan tetap teraRAH
Punya hutang memang suka merasa serba saLAH
Tapi lebih salah jika ditagih malah marah maRAH

Saturday, March 29, 2014

HUTAN KITA DAN ASAP

oleh : Oesman Doblank

Di dalam hutan ada kita. Di seluas rimba belantara ada kita. Mengapa? Karena kita dan hutan tercipta olehNYA, dan manusia hidup sejajar bersama alam. Hidup untuk saling menghidupkan, karena hutan begitu banyak memberikan kehidupan. Hutan tak hanya memberi udara segar yang  bersih. Tapi juga mempersembahkan semua isinya,karena mulai batang sampai ranting - bahkan sampai ke akar,dapat dimanfaatkan. Dan, hutan juga yang ikhlas menyimpan air, agar tanah tidak tergerus oleh longsor.

Mestinya kita dan hutan senantiasa ikhlas untuk saling memberi dan menerima.
Menjaga hutan dan melestarikannya, bukan pekerjaan yang menyulitkan. Sebab, hutan yang merupakan anugerah dari Sang Pencipta Alam Semesta, tak meminta manusia untuk menjaga dengan cara yang menyulitkan. Hutan tidak berharap agar setiap saat manusia menyiraminya. Sebab, hutan tumbuh dengan sendirinya berdasarkan kehendak dari Sang Khalik, yang menghendaki agar manusia memanfaatkan hutan dengan prilaku bijak , prilaku yang berdimensi utama: AKHLAK.

Jika tetap terjaga dan terpelihara, yang kemudian bermunculan bukan sebatas kelestariannya. Tapi juga manfaat yang sedemikian banyak, dan semua hal yang berguna dari hutan kapan pun dapat dimanfaatkan oleh manusia, baik untuk kepentingan tubuh maupun untuk kepentingan batin

Betapa Indahnya, hutan rimba yang di dalamnya juga hidup aneka macam satwa, yang juga menjadikan hutan sebagai tempat bernaung dan untuk membudayakan hidup dan kehidupan satwa.

Mengapa hutan yang indah malah selalu menimbulkan kabut asap tebal, yang menyebar sampai ke negara tetangga dan membuat banyak masyarakat sekitar dan juga masyarakat luas harus jadi korban, karena asap tebal yang mengkabut, membuat sulit bernafas dan ketika menghirup udara kotor, masyarakat yang mestinya tak terancam oleh berbagai penyakit, karena hutan yang dibakar hanya menimbulkan asap, masyarakat jadi sulit untuk menghirup udara segar yang menyehatkan.

Alangkah bijaknya jika aparat menindak tegas siapa pun yang ketahuan membakar hutan. Meski yang melakukan investor, jangan biarkan kebijakannya menanam modal dijadikan senjata untuk bertingkah sekehendaknya. Sebab, ijin yang diberikan bukan untuk membakar dan merusak hutan. Tapi, mengelolanya dengan tingkat kebaikan yang maksimal. Sehingga, meski dimanfaatkan hutan tetap menjadi rimba dan lestari karena diperlakukan dengan mengedepankan sifat bijak.

Tapi bila hutan sengaja dibakar untuk kepentingan bisnis, maka yang muncul bukan saja ironis. Tapi, rimba akan cepat habis, habitat di dalamnya musnah dan kemana lagi kita bisa berharap, jika lebatnya hutan yang melindungi manusia dari berbagai bencana, tapi karena dibakar akhirnya hanya membuahkan bencana

Tindak tegas para pembakar hutan yang sengaja merusak alam sekehendak hatinya.Hukuman berat, serasa layak jika dijatuhkan kepada mereka yang tertangkap dan terbukti melakukan pembakaran hutan hanya untuk mewujudkan kepentingan pribadi, meraih keuntungan besar 

Thursday, March 27, 2014

JANGAN JUAL SUARA

oleh : Oesman Doblank

ALANGKAH beruntungnya mereka yang bertalenta dan ketika mampu mengelola suaranya menjadi indah, begitu mudah meraih rupiah. Tak heran jika kehidupan para biduan dan biduanita, cepat sejahtera. Suara mereka yang indah, terjual kapan saja dan di musim kampanye order mendendangkan suara berdatangan, rupiah diterima dan mereka tak tahu apakah para simpatisan yang datang ke arena kampanye dan lebih fokus menikmati suara dan goyangan para penyanyi wanita, menghibahkan suaranya ke partai yang meminta nya menghibur, atau malah mencoblos partai yang tak memintanya tampil di panggung kampanye

Kita, yang bukan biduan dan tak pernah mampu menjual suara karena tak indah saat berdendang, tentu saja tak punya kesempatan menjual suara di panggung kampanye atau panggung lainnya. Hanya, kesempatan untuk menjual suara, terbuka di momen lima tahunan. Siapapun bisa menjual suaranya ke partai dan para caleg partai yang ingin jadi anggota dewan, karena pemilu membuka peluang ketika suara rakyat dibutuhkan 

Hanya, berapakah harga jual suara yang diobral saat pesta demokrasi digelar ?
Bagi yang tak ingin beribet ribet dan enggan mencermati dunia politik, boleh jadi, berapapun dijual meski nilai tertinggi hanya untuk beli beras sepuluh liter. Dan, tentu saja, kita tak berhak untuk mencegah apalagi melarang mereka yang sengaja atau terencana, menjual suaranya demi uang.Sebab, itu hak mereka dan pilihan menjual suara yang transaksinya bisa terjadi kapan saja - lewat kampanye ataupun serangan fajar, sulit dibendung ketika mereka yang ingin melakukan, melihatnya sebagai peluang yang tak boleh disia siakan

Apakah saya dan juga anda termasuk pemilih yang di ajang pesta demokrasi rela menjual suara yang harganya sangat terbatas, karena paling tinggi dihargai seratus ribu rupiah? Jawabannya, bermikim di dalam diri masing masing. 

Hanya, boleh jadi saya tetap teringat pesan almarhum orangtua, yang semasa hidup sempat mengatakan, bila kamu menjual suaramu dalam pemilu, maka sama artinya kamu menyerahkan negeri ini ke mereka yang tujuannya menjadi pemimpin bukan untuk membangun negeri. Tapi justeru untuk memperkaya diri.

Meski begitu, saya masih belum tahu, ke siapa atau ke partai mana mana suara ini saya tambatkan. Mengapa? Karena yang saya ketahui lebih dahulu adalah, suara saya tidak akan pernah saya berikan ke caleg yang jika duduk sebagai anggota dewan, hanya ingin bolos dari rapat, bobo saat rapat, dan plesiran ke luar negeri dengan alasan studi banding.
Juga tak akan saya berikan ke caleg yang tujuannya hanya untuk mengutak atik anggaran APBN dan APBD, dan juga proyek bernilai miliaran rupiah, yang dalam kemasannya ditujukan untuk rakyat tapi dalam praktiknya untuk di korupsi secara berjamaah.

Semoga di priode berikutnya, tak ada lagi proyek besar yang jadi terlentar, seperti proyek pusat olahraga Hambalang.   




  

Tuesday, October 8, 2013

JANGAN DISUAPIN

oleh : Oesman Doblank


PAS main ke rumah teman SMU yang cukup lama tak jumpa, Maryati yang baru sampai di teras langsung tercengang karena melihat Mira, sedang nyuapin putrinya yang berusia sekitar tiga tahun.

"Kenape lu tercengang? Emang di rumah gue lu ngeliat kuntilanak?" Tanya Mira

"Gue tercengang bukan ngeliat kuntilanak. Tapi, ngeliat tingkah laku lo yang sok sayang anak." sahut Maryati

" Halllooooo... memang salah kalo seorang ibu sayang sama anak?" Timpal Mira

"Di zaman sekarang, bukan salah. Tapi keliru, Mir. Anak lo kan udah geude. Suruh dia belajar makan sendiri. Soalnya, anak gue yang baru setahun aja udeh gue suruh makan sendiri," kata Maryati

"Dassar lo nya aja yang kagak sayang sama anak dan malas nyuapin," Mira malah ngekik rekannya.

" Miraaa... Miraaaa.... Lo emang nggak kepingin anak lo jadi pejabat?" Tanya Maryati.

" Eh Mar... gue bukan cuma kepengen anak gue jadi pejabat. Sebab, harapan gue, nih anak mesti jadi presiden. Biar rakyat Indonesia lebih cepat jadi sejahtera "

" Harapan lo sungguh sangat hebat, Mir. Cuma, kalo terus lo suapin, waktu dia mulai merintis karir sudah langsung berani nyuap. Pas jadi pejabat, yang dia harap bukan prestasi. Tapi, terus menerus terima suap. LO emang kepengen punya anak yang pas jadi pejabat hobi terima suap," tegas Maryati.

"Oooh gitu, yaa," sergah Mira, yang setelahnya membujuk anaknya agar mulai makan sendiri agar nanti setelah jadi pejabat tidak kangen sama yang namanya suap


Monday, October 7, 2013

ADA CERITA (23)

NYANYIAN HATI
Oleh : Oesman Doblank

DUA PULUH TIGA


          Pak Sadikin juga menjelaskan, yang dia lakukan bukan untuk membuat malu atau merongrong kewibawaan Marwan sebagai suami. Juga bukan untuk  mengambil hati dan mencuri perhatian Marwan.
         “ Saya hanya sebatas  memberitahu, bahwa ada yang harus terus menerus diperjuangkan oleh para suami, sampai sang isteri paham kalau suami itu imam dan wajib ditauladani bila apa yang dikatakan suami sesuai dengan yang dilakukannya. Karena jika sebaliknya, kita sebagai suami belum layak disebut imam untuk isteri dan anak kita”
          Jadi, tambah pak Sadikin, “ Dik Marwan harus  mengetahu apa yang dilakukan isteri saat dik Marwan pergi meninggalkan rumah dan sampai sore bekerja di kantor. Dengan begitu,  akhirnya bisa lebih cepat mengerti, apa yang dik Marwan harus  lakukan, setelah membuktikan sendiri tentang apa yang selama ini dilakukan oleh isteri. Boleh  jadi selama di kantor kita hanya menyangka isterinya full ada di rumah “
         “Itu sebabnya, saya mengundang bapak agar bisa berbincang dengan leluasa, bisa menimba dan menggali pengalaman dari bapak. Dan, sepertinya saya harus banyak belajar dari bapak.”
         “ Saya ini, nggak ada apa-apanya, dik Marwan. Malah, menurut saya, dik Marwan sangat luar biasa. Jarang, lho, suami seperti dik Marwan”
         “ Jarang bagaimana, pak ?”
         “Begini, lho, dik Marwan. Kebanyakan suami, malah tak suka, bila ada orang lain mengabarkan tentang kekurangan isterinya. Malah, ada yang langsung marah. Alasannya, macam-macam. Ada yang karena merasa paling sayang dan paling tahu siapa isterinya.
        Ada yang karena tak ingin orang lain ikut campur tentang masalah  rumah tangganya. Bahkan, ada yang karena merasa malu, malah membela isterinya dengan cara yang membabi buta. Sedangkan dik Marwan, tak cuma lapang dada. Tapi, juga sangat apresiatif.
        Bapak yakin, dik Marwan memang ingin berumah tangga, tapi rumah tangga yang benar-benar sakinah. Tidak seperti kebanyakan masyarakat kita, ingin rumah tangga yang sakinah, tapi tak pernah mau berbenah. Malas merajut keharmonisan, dan enggan menyelaras kan tujuan “
        Tentu saja Marwan menyimak dengan serius dan memanfaatkan pertemuannya dengan pak Sadikin deng an sebaik-baiknya. Dengan begitu, ia tak hanya dapat info. Tapi, juga dapat banyak pelajaran. Dan, ia juga ja di mengerti, mengapa banyak ibu-ibu yang tidak beker ja, jadi lebih suka ngegosip. Mengapa banyak ibu-ibu di komplek Mulia Sejati Indah, begini dan begitu.
         Juga tahu, mengapa banyak bapak-bapak di komplek,  tiap malam lebih suka ngumpul sampai pagi ha nya untuk banting kartu domino–main gapleh, dan ma in remi. Mereka tak peduli, apakah isterinya yang tidur sendirian di kamarnya, merasa gelisah karena sepanjang malam hanya memeluk guling dan hanya ditemani oleh sang sunyi.
         Bapak-bapak yang sepanjang malam hanya asyik dengan kepentingan dan kepuasan dirinya sendiri, juga tak tahu sama sekali, apakah anak-anaknya bisa lelap tertidur atau gelisah, karena di rumah hanya bersama ibunya.




Bersambung…..

Tuesday, September 24, 2013

ADA CERITA (22)

NYANYIAN HATI

Oleh : Oesman Doblank



DUA PULUH DUA



          Marwan bukan tidak kaget. Terlebih dirinya selalu merasa sebagai manusia yang juga suka keliru. Tak heran jika Marwan sempat kesetrum aliran emosi. Kalau saja Marwan tidak terlatih mengendalikan diri, boleh jadi Marwan langsung menanggapi dengan lebih emosi.
      Marwan  mengucap istighfar, berkali-kali. Lalu dia  menatap isterinya. Mirna yang nampaknya jengah, merasa serba salah bergegas bangkit dari duduknya. Bergerak cepat,  ke kamar. Meninggalkan Marwan yang justeru tak ingin mencegah apalagi mengejar. Ia  membiarkan Mirna ke dalam. Bahkan, tak meminta agar Mirna tidak menutup pintu kamar ketika Marwan mendengar suara karena Mirna  mengunci pintu kamar dari dalam.
           Marwan sama sekali tak bereaksi ketika Mirna mengatakan rela dicerai. Marwan yakin, dirinya tak berniat  menceraikan, meski dia berhasil menangkap basah sedang berada di luar rumah, padahal saat di telpon sedemikian mesra mengatakan dirinya sedang di rumah dan tengah menyiram kembang.  Marwan yang sesungguhnya sudah memaafkan Mir na, tidak  akan menanggapi apalagi memenuhi perkataan isterinya.
            Marwan yakin, ia yang tak berniat dan tak pernah mengatakan “ kau kuceraikan “, tak perlu mela kukan ini dan itu. Dia akan tetap menjaga dan membangun ikatan pernikahannya ke tingkat yang jauh lebih baik.  Marwan yakin, ia masih punya waktu, punya kesabaran dan masih punya keinginan kuat untuk  mem bimbing Mirna, agar menjadi isteri yang jauh lebih baik. Sebab, bagaimana pun, di balik kekurangannya Mirna masih menyimpan kelebihan. Di balik keburukannya, masih terlihat sinar kebaikan. Tak mungkin, Mirna tidak  punya niat untuk mewujudkan cita-cita bersama, membangun rumah tangga yang sakinah, mawahdah, dan warohmah.
            Seperti yang mereka niatkan saat akan dan saat akad nikah. Saat penghulu dan juga orangtua mendoakan untuk mereka yang kala itu menjadi sepasang mempelai. Sepasang pengantin  yang telah berikrar untuk saling menautkan fisik dan jiwa. Dan setelah terikat dalam pernikahan, sudah bbarang tentu siap   mengayuh biduk rumah tangga. Hanya, memang belum saling mengalami bagaimana mengatasi ketika gelombang masalah menerpa 
Marwan lalu mengirim  sms ke tetangganya, mengajak bertemu di sebuah rumah makan.  Marwan tak hanya  ingin mengucapkan terima kasih atas kebaikan dan keikhlasannya, memberi informasi yang bukan fitnah. Tapi, informasi yang mengandung begitu banyak faedah. Utamanya, tentang  informasi yang valid. Informasi yang membuat Marwan menyadari bahwa sebagai suami harus memberi perhatian lebih, sehingga prilaku isterinya tidak sampai terlanjur ke tingkat yang lebih parah .
 Informasi yang membuat Marwan, bisa cepat mendeteksi, berkesempatan  melakukan pencegahan sejak dini, berpeluang melakukan berbagai  perbaikan, agar dapat membangun rumah tangga yang harmonis, seperti yang didambakan setiap pasangan rumah tangga
            “ Kita, kan, bertetangga dan sesama hamba Al lah yang ingin tenang, damai dan bahagia dalam istana rumah tangga. Jadi, wajib untuk saling tolong menolong dalam kebaikan. Dan saya pribadi, hanya ingin mencari ridho Allah. Tapi, saya tetap harus waspada. Artinya, hanya kepada orang-orang tertentu saja saya berani melakukan hal seperti ini.
           Selebihnya, belum tentu saya berani menyampaikan informasi, meski faktanya jelas dan bisa dipertanggung-jawabkan, “ ujar  pak Sadikin, yang di rumah makan malah hanya memesan es susu dan makanan kecil 
            Marwan sama sekali tak memperlihatkan rasa bangga. Juga tak memperlihatkan perasaan puas karena berhasil memergoki Mirna yang tengah kumpul dengan geng rumpinya. Marwan juga tak menumpahkan rasa kesal pada pak Sadikin karena dia telah berhasil mengetahui ulah isterinya yang sungguh sangat menjengkelkan.
          Di saat berhadapan dengan  pak Sadikin, Marwan justeru menyalahkan dirinya. Dia mengakui kelalaiannya,  karena kurang perhatian dan sama sekali tidak mengontrol adanya perubahan tingkah laku Mirna. 
             "Sebagai suami, yang harus kita lakukan bukan menyalahkan apalagi menyudutkan isteri. Kita justeru harus melakukan introspeksi, agar di masa mendatang, jadi jauh lebih baik," kata Pak Sadikin yang dalam kesempatan bertemu dengan Marwan, tak ragu menyatakan rasa salutnya.
              "Sebab," ujar pak Sadikin, Marwan mampu mengendalikan diri meski saat itu ia pasti sangat emosi karena memergoki isterinya malah asyik ngerumpi di rumah tetangga, sedangkan suaminya pergi meninggalkan rumah dengan tujuan mulia, mencari nafkah


Bersambung…….

ADA CERITA (21)

NYANYIAN HATI
Oleh : Oesman Doblank


DUA PULUH



2
       

Marwan juga menegaskan kalau  dirinya tak mau lagi diperdaya. Dengan blak blakan Marwan mengatakan, kebohongan itu menyebalkan dan kebohongan Marni selain menyebalkan juga membuatnya jengkel. Terlebih, kemesraan Marni tidak seindah dengan kelakuannya. Sok mesra tapi kemesraan Marni  menelikung. Sok perhatian dengan mengucapkan selamat bertugas, tapi sebenarnya Mirna hanya ingin bergegas meninggalkan rumah untuk berkecipa kecipi bersama dengan ibu ibu yang kesemuanya memang seperti sepakat untuk membohongi suami. Kalau suami saja dibodohi bagaimana dengan orang lain?   
      
Menurut Marwan, apa yang dilakukan isterinya adalah perbuatan yang melecehkan suami, dan sama sekali menghargai suami, yang sejak pagi meninggalkan rumah, dan kalau pun dapat rezeki tak lain untuk memenuhi kebutuhan isteri, yang karena tak kerja tentu lebih pantas mengurus rumah dengan kreartivitas dan aktivitas yang mestinya membuat betah karena diperkokoh dengan aktivitas ibadah. 

Karena isterinya tetap membisu, Marwan semakin blak-blakan. Ia bilang, tak suka pada si kap Mirna, yang malah memperlihatkan ketidak-sukaan, dan bukan menunjukkan rasa penyesalan yang dalam. Padahal suaminya berhasil menyingkap kebohongan Mirna, berhasil menangkap Mirna, yang sedang menghabiskan waktu di rumah tetangga. Bukan untuk sesuatu yang positif. Tapi, hanya untuk membangun ke mudharatan

Meski begitu, dengan tetap tenang dan berusaha lemah lembut, Marwan menjelaskan,. Bersilaturahmi itu bukan ngerumpi. Tapi saling berkunjung dan bertemu untuk satu tujuan he bat. Mendapatkan dan meraih berbagai hal yang bermanfaat. Bukan untuk memperoleh hal hal yang malah mendatangkan mudharat.

Mendiskusikan berbagai masalah keseharian, baik tentang rumah tangga atau masalah lingkungan atau hal lain, juga harus obyektif dan dampaknya, selain harus positif juga ber manfaat bagi diri sendiri dan akan semakin bagus jika juga bermanfaat bagi orang lain.

“ Kalau memang perlu, saling berbagi resep masakan dan sekaligus mempraktekkannya. Jika isteri pandai masak, suami pasti lebih suka membudayakan hobi makan di rumah. Menik mati masakan isterinya, sambil berbincang, bercanda dan membangun keharmonisan , “ urai Marwan, yang tak menyesal menyampaikan, meski isterinya tetap diam.

Marwan sama sekali tak menyangka, jika  Mirna yang terus dan tetap diam, akhirnya bica ra. Entah karena emosi, entah lantaran ia tak su ka karena terus dinasihati suaminya. Yang je las, dengan setengah berteriak, Mirna malah bilang : silahkan ceraikan saya .




Bersambung…..

Wednesday, September 11, 2013

ADA CERITA (20)

NYANYIAN HATI
Oleh : Oesman Doblank


DUA PULUH

         Saat    meminta agar Mirna tidak mengulangi lagi kekeliruannya, Marwan terpaksa mengatakannya dengan agak keras. Dia juga mengingatkan agar isterinya tidak berakrab-akrab lagi dengan ibu-ibu, yang di saat suami pergi ke kantor, malah memanfaatkan waktu luang untuk bergibah. Kekeliruan semacam itu harus berakhir setelah Marwan mendapatkan Mirna tengah asyik bersama ibu ibu di rumah orang lain
         Namun Marwan menekankan kalau yang diinginkan sama sekali tidak berarti melarang isterinya bergaul. Dia justeru mendorong isterinya bersosialisasi dengan siapa saja, karena bergaul bukan hanya hak setiap insan. Tapi sekaligus kewajiban, agar satu sama lain saling mengenal dengan siapa saja dan berakrab akrab pun sangat tak salah, asal paham bahwa dalam bergaul, unsur saling memetik manfaat harus melekat dan satu sama lain dengan sadar harus saling mencerdaskan, saling mengajak ke jalan benar dan bukan malah mengajak ke jalan yang kelak membawa masalah. Bahkan, bisa membawa malapetaka.
          Jika proporsional karena cerdas dalam memilah dan memilih tentu yang kemudian dipetik dari pergaulan adalah manfaat bukan hal hal mudarat. Jadi, kalau dalam bergaul harus ada yang dikalahkan, tentu saja yang dimenangkan bukan keburukan. Tapi jika yang dimenangkan adalah kebenaran dan kebaikan, maka esensi bergaul jadi indah.
          Malah bisa jadi jalan untuk membangun akhlak terpuji dan menyingkirkan berbagai tipikal akhlak tercela.
          Marwan sangat berharap, agar Mirna menjadi isteri dan ibu serta perempuan yang tak hanya bisa dan pandai memilih Tapi juga bisa menginventarisir mana hal hal yang dipenuhi kebaikan yang benar dan mana hal hal yang di dalamnya hanya diwarnai oleh keburukan yang sampai kapan tetap mengandung ketidak-benaran.
          Dalam memilih, harus diketahui dan dipahami, mana pilihan yang seirama, senada, sepemikiran dan satu visi dan satu misi. Dan, kata Marwan,  itulah hak setiap hamba karena setiap orang yang mengaku beriman, harus membuktikannya dengan melakukan perbuatan yang dianjurkan dan bukan perbuatan yang jelas jelas sangat dilarang.
          Ia tak berhak gaul dan berteman dengan siapa pun, yang beda dalam sikap dan beda dalam mengaplikasikan keimanan. Bukan karena dianggap salah atau keliru. Tapi, sangat tidak tepat, mengingat hati setiap orang yang beriman harus selalu terjaga dan terpelihari dari berbagai macam keburukan.
         Terlebih, sama-sama mengaku beriman dan mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Jadi, konsekwensi logisnya bukan membangun akhlak tercela. Tapi melaksanakan seluruh perintah Allah dan mentaulagani Rasulullah, yang diutus ke dunia untuk memperbaiki akhlak manusia.
          Padahal, hukum dan larangan Allah sudah sangat jelas dan semua difirmankan dalam Al Qur’an. Bahkan, begitu tegas. Dan aturan Islam, tak satu pun yang keras. Dan kita tak boleh salah kaprah dalam menafsirkan. Pasalnya,   yang sebenarnya  keras bukan aturan agama. Tapi hati manusia. Ketika hati manusia sudah dikendalikan oleh hawa nafsu, maka saat itu yang dia lakukan adalah apa yang diinginkan dan bukan apa yang dibolehkan.
          Ketika dorongan hawa nafsu semakin tak bisa dikendalikan,  kebanyakan manusia tak lagi menggubris mana yang boleh dan mana yang dilarang. Hal ini dengan mudah bisa terjadi karena semakin banyak manusia yang malah enggan melaksanakan perintah Allah. Meski tahu  semua kebenaran itu datang dari Allah dan telah ditetapkan oleh Allah sejak ribuan tahun silam, malah dianggap sebagai aturan yang membuat dirinya tidak leluasa melakukan yang diinginkan berdasarkan hawa nafsu.



Bersambung…….



Thursday, September 5, 2013

KAPAN TERSANGKA HAMBALANG DITANGKAP

oleh : Oesman Doblank


       ANGIN segar berhembus dari Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Tepatnya dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Di sana, Abraham Samad menjelaskan bahwa dalam beberapa hari ke depan KPK akan menahan para tersangka yang terlibat kasus Proyek Hambalang, yang berdasarkan hasil audit BPK, diketahui telah merugikan keuangan negara yang jumlahnya ratusan milyar rupiah
       Sebuah angka yang dalam dimensi kerugian negara sangat fantastis. Sebab, semula proyek tersebut hanya berkisar seratusan milyar lebih lalu didapuk menjadi proyek yang berbiaya lebih dari dua triliun dan ratusan milyar diantaranya bukan buat pembangunan pusat olahraga, melainkan untuk dikorupsi oleh mereka yang berkait erat dengan proyek Pusat Olahraga.
      Jika hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sangat membantu KPK untuk menahan mereka yang telah berbulan bulan ditetapkan sebagai tersangka, tentu, ini merupakan kabar yang menggembirakan karena jika dilaksanakan tanpa hal lain kecuali bukti yang kuat, masyarakat akhirnya tidak lagi bertanya tanya karena memang terasa aneh, jika ada orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka namun masih bebas menghirup udara segar di luat hotel prodeo
     Tentu saja kita boleh berharap jadi fakta, karena Ketua KPK Abraham Samad telah mengatakan hal itu, dan tentu pihak KPK tidak akan bermain main dengan pernyataannya, yang diapresiasi oleh masyarakat luas yang memang sangat menantikan adanya berita soal tindak lanjut yang akan dilakukan KPK terhadap para tersangka yang dinyatakan terlibat dalam kasus Hambalang
      Kita juga mendengar kabar tentang upaya KPK yang akan mengajukan banding atas vonis yang telah dijatuhkan oleh hakim Tipikor terhadap terdakwa yang terlibat dalam kasus Simulator dimana kerugian negara mencapai seratusan milyar lebih. Upaya banding akan dilakukan KPK, karena vonis hakim hanya sepuluh tahun dan denda sebesar lima ratus juta rupiah. Vonis ini, dinilai tidak sesuai dengan tuntutan jaksa yang menuntut Terdakwa dihukum selama 18 tahun penjara dan denda seratusan milyar atau sesuai dengan jumlah kerugian negara.
     Semoga apa yang akan dilakukan KPK menjadi fakta sehingga para tersangka kasus Hambalang di tahan dan selama ditahan tak diberi fasilitas yang membuat masyarakat kecewa karena jika kondisi di tahanan tetap sama dengan di rumah para tersangka, tentu kebanyakan orang malah termotivasi untuk melakukan korupsi, karena di tahan pun tidak merasa tersiksa dan denda yang ditetapkan hakim dalam vonis, jauh lebih rendah atau sangat sedikit dibandingkan dengan uang yang berhasil diperoleh dari hasil korupsi
     Hanya, kita tak pernah tahu, apakah korupsi di Indonesia dapat diberantas dalam waktu singkat atau korupsi tetap membudaya sampai hari kiamat tiba


Monday, September 2, 2013

ADA CERITA (19)

NYANYIAN HATI
Oleh : Oesman Doblank

SEMBILAN BELAS


         Mirna diam. Entah karena kesulitan menjawab, entah karena  tak ingin penjelasannya malah dianggap mengada-ada dan akhirnya berkembang ke hal yang tak diinginkan. Marwan sendiri, tak lantas bicara. Ia pun memilih untuk ikut diam. Agar dari mulutnya tak keluar kalimat yang membuat isterinya merasa tersudut atau tertekan. Juga berusaha menjaga sikap, agar dari dirinya tak muncul ekpresi yang bisa membuat Mirna tersinggung atau membuat dirinya semakin merasa ter tekan.  
        “Oke, mama salah dan atas kesalahan yang mama perbuat, mama minta maaf,” akhirnya, setelah bebe rapa menit saling diam dan hanya saling tunggu, Mirna yang terlebih dahulu membisu, kembali bersuara.
        Marwan menarik nafas lega
        “Syukur mama merasa bersalah dan mau minta  maaf. Abang sudah  memaafkan. Seka rang, tolong dengar baik-baik. Jika ngerumpi atau bergibah itu, tidak dilarang oleh Allah, abang juga mau  melakukannya, ma. Sebab, ngerumpi itu nikmat. Bergibah itu, sering bikin kita jadi enjoi. Dan, membicarakan aib orang lain itu, memang sangat mengasyikkan.
        Hanya, Allah melarang kita bergibah. Me larang hambanya memakan daging saudaranya sendiri. Itu sebabnya, bergibah, ditetapkan seba gai perbuatan yang tidak disukai oleh Allah. Ja di, bukan abang yang tidak suka. Abang juga hobi, Mir. Hanya karena kita harus taat pada aturan agama, harus konsinten dan konsekwen, mau tak mau kita harus taati peraturan yang su dah ditetapkan oleh Allah.
    . Munafik, namanya, jika kita mengaku ber iman pada Allah, tapi tetap melanggar larangan Allah. Munafik namanya, jika kita mengaku beriman, tapi malah sengaja tak mau melaksa nakan perintah yang sudah ditentukan oleh Allah. Mama bisa, kan, mengerti dan me maha mi, mengapa hal ini perlu saya kemukakan  ?“
         Mirna diam. Langsung memandang Mar wan dengan tatapan marah. Agaknya, ia tak su ka mendengar nasehat yang baru saja disam paikan suaminya. Marwan bukan tidak kesal. Kepalanya saja, langsung terasa cenat-cenut. Meski  ia segera membalas tatapan isterinya de ngan tatapan yang lebih tajam, Marwan beru saha untuk tetap rasional. Kepalanya boleh panas, boleh cenat-cenut. Tapi hatinya harus selalu dingin. Kalau perlu, lebih dingin dari ba tu es
         Marwan, ingin Mirna yang biasanya ba wel, banyak bicara, bersedia membahas atau menyimpulkan apakah ia baru mendengar penje lasan yang benar atau sebaliknya Bukan malah kembali diam lalu menatap dengan marah .
         Bukankah Mirna mengaku sudah dewasa? Mestinya, pria atau wanita yang sudah dewasa, bisa bersikap fair dan sanggup menghadapi aki bat, dari suatu sebab yang telah ia perbuat.
         Tapi, Mirna malah memperlihatkan si kapnya yang sama sekali tidak menunjukkan di rinya sebagai isteri yang berani berbuat salah ta pi berani bertanggung  jawab. Dijelaskan ten tang larangan bergibah, malah bersikap aneh. Mestinya, jika tidak suka diarahkan ber dasar kan petunjuk kebenaran—bukan petunjuk Marwan, yaa, jawab tidak suka. Atau, sebaliknya




Bersambung……

Sunday, September 1, 2013

HABIS MANIS SEPAH DIBUNGKUS

oleh : Oesman Doblank


        KASIHAN banget deh si Paijo yang nama panjangnya Paijo Selamat Suntuk  tapi kalau kenalan sama cewek selalu pakai nama David. Kenapa kita harus kasihan? Karena dia baru saja mengalami peristiwa yang tak pernah diimpikan, tak pernah diinginkan dan juga tak pernah diprediksi kalau yang benar benar dialaminya bakal dan bisa terjadi.
       Lhoo, soalnya David - nama yang dikenal oleh Susi Silobakutil, dengan terencana dan sangat sengaja memutuskan tali kolornya. eh, tepatnya tali cinta. Bukan pakai gunting. Bukan pakai pisau lipat. Tali cinta David diputus langsung oleh Susi Silobakutil, pakai gergaji.
       Kalau pakau gunting atau pisau lipat, boleh jadi sakitnya tidak sedahsyat yang dirasakan David alias Paijo. Nah bayangkan saja jika alat untuk memutuskan Paijo menggunakan gergaji. Pelan tapi pasti akhirnya memang putus tuh tali cinta. Tapi, prosesnya kan lambat dan karena proses pemutusannya tidak cepat alias sangat alot, Paijo benar benar merasa kesakitan.
      Gimana nggak sakit dan nggak bikin Paijo kelojotan?
      Waktu kondisi keuangan Paijo masih asyiknya kebangetan, tak ada tanda tanda Susi akan meninggalkan David. Malah, nampak sangat mencintai dan seperti tak ingin melepas apalagi dilepas. Makanya, Paijo gak sayang untuk membelikan apapun yang dipinta. Paijo nggak pernah malas jika Susi selalu ngajak bertemu di rumah makan yang harganya cukup buat masak seminggu.
      Dan, Paijo sangat tidak perduli dengan jumlah uang yang dihabiskan demi Susi. Demi wanita yang dikasihi dan diperkirakan akan menjadi seorang isteri yang kelak bakal melahirkan anak untuk Paijo. Anak yang menurut perkiraan Paijo akan menjadi insan yang berguna bagii nusa dan bangsa. Anak yang di masa depannya akan menjadi seorang pemimpin yang ikhlas, pemimpin yang tidak pernah berpikir untuk membiarkan korupsi meraja dan meratulela, seperti yang sekarang sedang membudaya
     Pokoknya, Paijo yakin banget kalau anak yang dikandung dan dilahirkan oleh Susi yang dipastikan akan disunting dan jadi pendamping hidupnya, akan tumbuh dan berkembang menjadi seorang pemimpin handal. Pemimpin yang jika diberi sebelas orang anak muda genius, bisa menggebrak dan mengguncang dunia karena Paijo akan mendidik dan mengajarkan bagaimana caranya mensejahterakan masyarakat. bagaimana caranya, mengelola kekayaan alam dengan kemampuan lokal dan hasilnya mencengangkan dunia internasional
    Nah, jika akhirnya Susi malah menelantarkan dan menyepak Paijo saat kondisi keuangannya mengalami krisis, siapa yang tidak sakit setengah koit. Siapa yang tak merasa hatinya diiris iris, jika sedang dalam kesulitan malah ditendang oleh sang pacar yang sangat dicintai dan sangat diharapkan bakal melahirkan anak yang langsung punya bibit, bebet dan bobot dan memiliki karakter kenegarawanan yang paling mumpuni.
    Kalau saja yang dialami Paijo masih sebatas habis manis sepah dibungkus, tentu saja Paijo masih punya harapan, meski setetes atau malah setengah tetes. Tapi kalau sudah sampai ke tahap habis manis sepah dibuang, Paijo benar benar kelabakan. Benar benar merasa sangat kehilangan.
   Mau lapor ke Polisi, sungguh sangat tidak mungkin karena Susi tetap ada di rumahnya dan sampai saat ini tidak pernah dinyatakan hilang, juga tidak pernah memiliki keberanian untuk melarikan diri dari rumah. Mau melapor ke Satpam, semakin tidak mungkin karena tugas utama mereka hanya menjaga keamanan dan bukan mencari dan melakukan investigasi untuk mendapatkan kembali yang hilang. Jadi, bagaimana mungkin Satpam berkenan mencari atau mendapatkan kembali cinta paijo yang hilang karena diputus oleh sang kekasih, Susi Silobakutil yang ternyata lebih layak diberi nama Susi SilobaAkal karena cintanya ternyata palsu alias mencintai Paijo karena saat pakai nama David masih banyak duit, tapi setelah dokunya lenyap ditinggalkan begitu saja.
    " Aku harus bunuh diri," akhirnya Paijo ambil keputusan nekad.
    " Jangan bunuh dirilah, kan itu perbuatan dosa," ujar sang kebaikan yang begitu melihat tindakan Paijo langsung turun tangan untuk membujuk Paijo agar tidak membulatkan tekadnya.
    Karena dicegah oleh entah siapa, Paijo yang mendengar jelas suara tersebut segera tengok kanan tengok kiri, lirik samping lihat belakang . Tapi, karena tidak melihat siapa pun, Paijo kontan merasa ngeper.
    "Tapi saya tak sanggup hidup," keluh Paijo yang putus asanya belum hilang
    " Yaa. kalau sudah tak sanggup hidup, silahkan anda bunuh diri." Paijo kembali mendengar suara tapi kali ini malah menyarankan dan mendukung Paijo yang mengaku tak sanggup hidup
   Paijo yang makin ketakutan, dalam takutnya malah jadi bingung. Sebab, suara yang jelas ada dan terdengar di telinganya, dinilai sangat tidak konsekwen.
  " Mana yang harus saya pilih? Bunuh diri atawa jangan mati," tanya Paijo yang lupa sama nama hebatnya, Davis karena dalam kondisi demikian dirinya memang Paijo banget.
  Yang kemudian terdengar oleh Paijo memang suara. Tapi, suara yang tanpa menguraikan kalimat. Sebab, hanya gabungan huruf H dan A yang kalau dirangkai jadi HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA....



Saturday, August 31, 2013

ADA CERITA (18)

NYANYIAN HATI
Oleh : Oesman Doblank


DELAPAN BELAS


         Marwan  duduk di depan isterinya, menghadap ke Mirna. Ia merasa, dalam kondisi fit, mampu mengendalikan emosinya
         “ Kita harus mulai saling bicara, dan terbuka“ Marwan mulai bicara agar kebisuan diantara mereka sirna. Sungguh hebat, karena Marwan memang mampu mengendalikan emosinya
         Marwan  hanya menginginkan sang isteri menjelaskan mengapa dirinya  jadi gemar berkumpul dengan para tetangga saat suaminya berangkat dan berada di kantor untuk  mencari nafkah. Mengapa ia  rela tertangkap tangan saat sedang terlena, bergibah bersama di rumah bu Maemunah.
         Setelahnya, yang Marwan inginkan sangat sederhana. Isterinya mau mengakui kesalahannya. Segera meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.
         “ Apa lagi yang mau dibicarakan?” kata Mirna, yang akhirnya  memang mulai bicara.
         Dan ketika kebisuan sudah berubah, suasana yang mulai mencair seperti menandakan adanya keinginan dua pihak untuk menyelesaikan masalah.
         Hanya, menurut Marwan, caranya sangat tidak patut.
         Mestinya, tentu saja biasa-biasa saja, tidak malah mengucap dengan cara yang ketus. Tak perlu terus menerus menahan kesal atau rasa malu. Juga tak perlu cemberut seperti itu. Toh, ia isterinya dan meski suami nya berhasil menangkap tangan isterinya, Marwan, tak punya maksud untuk memanfaatkan momen sebagai alat untuk menekan atau menyudutkan Mirna. Sama sekali tidak
         “Menurut kamu, apakah memang tidak ada lagi yang layak dan mesti kita bicarakan?” Marwan malah bertanya, dengan nada datar dan tetap mengendalikan emosinya.
         Mawan benar-benar konsekwen dengan sikap nya, yang sama sekali tidak memanfaatkan kesempatan untuk  menekan atau menyudutkan isterinya. Padahal, bisa saja memvonis karena isterinya tak hanya kata orang telah melakukan hal yang tidak disukai Marwan. Tapi, Marwan sendiri yang mendapatkan sang isteri berada di rumah seseorang, dan saat ditelpon dengan sangat yakin dan sok jujur, mengaku tengah sibuk menyiram bunga.
        “ Kalau pun ada, untuk apa? “ Mirna malah kelihatan kesulitan mencairkan emosi
        “Untuk apa? Menjelaskan, misalnya, agar saya tahu mengapa kamu kok mau dan bisa  melakukan hal yang tak perlu bahkan sangat tidak disukai karena Tuhan melarang hambanya bergibah “
        “Apalagi yang harus dijelaskan? Faktanya, toh, sudah di tangan abang “
        “Yaa..tapi alasan dan sebab musabab yang membuat kamu jadi bersikap norak seperti ini, saya belum tahu. Jadi, saya mohon, tolong kamu jelaskan agar saya tahu” 
        “Mirna sendiri tidak tahu persis, kok. Awalnya, hanya ngobrol di warung saat sama-sama belanja. La lu, akhirnya abang mendapatkan isteri abang sedang di rumah tetangga “ 
        “Ooooh. Lalu, kemesraan yang mama hadirkan se saat sebelum saya ketemu mama,  maksudnya untuk apa ?”



Bersambung……..