Oleh: Oesman Doblank
TERTIPU CEWEK JAKARTA
Sejak pagi terindah sedunia itu lenyap dengan sendirinya, sejak
itulah Komeng membulatkan tekad untuk mencintai Tina ALinda Nilamsari
Kartini Hayang Dimanja habis habisan. Entah dengan sengaja atau tidak
sengaja ia langsung lupa sama Indriyani dan Maya Delak Delik, tak ada
yang nyaho. Pasalnya, nyaris tiap hari, Komeng mondar mandir ke rumah
Tina. Mengantar kemana pun Tina melangkah.
Dan meski baru sepihak, Komeng sudah menganggap Tina sebagai kekasih, karena mahasiswi Universitas Cipoa
Seumur Hidup, selalu menyambutnya dengan sikap super mesra.
Brengseknya, Tina pun semakin pandai menebar angin surga.
Membuat hati Komeng makin membabi buta. Cintanya semakin membuat Komeng ingin memanja. Dan, Komeng
semakin membuktikan, karena Tina yang
kayaknya memang ingin dimanja, tak pernah nolak tiap diajak
makan-makan, nonton bioskop , terlebih, shoping di mall yang disukainya.
Kemesraan mewarnai hari-hari mereka. Terlebih, saat malam minggu
ke sekian tiba, Tina sama sekali tak menolak
saat Komeng mengajaknya nonton film nasional yang laris manis,
berjudul " Belum Digoyang Langsung Lemas"
Saking asyiknya, keduanya nyaris lupa pulang. Untung satpam
bioskop yang mengontrol melihat dan langsung
mengingatkan. Jika tidak, boleh jadi, mereka harus tidur di gedung
bioskop karena nggak bisa keluar.
" Kamu sih keterlaluan," bisik Komeng sambil menggandeng
Tina ke luar dari bioskop
" Habis, abang sih, yang duluan," sahut Tina sambil
meraih tangan Komeng, dan membiarkan dirinya dituntun mesra
******
BULAN kedua minggu ke delapan.
Tengah hari bengkak, Komeng sudah nongol di rumah kontrakkan Tina
Komeng seperti lupa segala, karena cintanya pada Tina, benar-benar
full house.
Dia jadi lupa kuliah. Tapi, selalu ingat untuk minta uang, pada
orangtuanya. Berbagai alasan ia kemukakan, dan
orangtuanya yang sayang berat, tentu saja selalu memenuhi
permintaan Komeng, karena berharap anaknya
bakal sukses jadi sarjana.
Dan di siang bolong itu, Komeng mempersembahkan seuntai kalung
untuk kekasihnya. Dengan super bangga dan
ketulusan yang setinggi-tingginya, Komeng memakaikan kalung mas ke
leher Tina
" Duuh sayang, kamu jadi semakin cantik " Puji Komeng
yang beru saja memakaikan kalung di leher Tina
"Abang makin ganteng dan semakin dermawan, deh." sahut
Tina sambil menghadiahkan sebuah ciuman mesra
"Oh.. Cinta abang jadi kian menggebu, sayang "
"Begitu pun cinta Tina pada abang"
"Dunia jadi serba indah bila selalu bersama kamu, say"
Tina langsung mencubit. Komeng spontan menggelitik. Tina
mengerdip. Komeng berbisik.
Matahari bengkak gak terasa sinar panasnya, ketika keduanya
semakin mesra. Untung, saat bersamaan setan sedang ambil cuti
tahunan. Jika tidak? Nggak tau dah. Meski Komeng dan Tina mampu
saling menahan,
tapi Komeng sangat kesal kerena terdengar ketukan pintu.
"Tamu sialan ! " Rutuk Komeng dalam hati, sambil
lepaskan tangan yang memeluk pinggul Tina
Kelar rapikan diri, Tina segera membukakan pintu. Begitu melihat
sesosok wajah nongol, Tina yang baru
saja membuka pintu, menyambut dengan sikap histeris.
"Mas Bambang !! "Pekik Tina sambil menubruk dan memeluk
dengan begitu antusias
Wajar dong, kalau membuat Komeng terpana dan juga cemburu melihat
ulah Tina.
Hanya, cepat-cepat Komeng memakluminya. Komeng berpikir, pasti
sang tamu adalah keluarga dekat Tina
Cemburu yang sempat melesak ke dada, cepat-cepat dibuang. Dia
hanya menyaksikan Tina yang kayaknya
sedang menikmati kerinduan yang mendalam, karena tak bertemu
dengan salah seorang sanak keluarga
Komeng narik nafas lega, saat Tina melepas pelukan, lalu menuntun
cowok itu masuk dan memperkenalkan
pada Komeng. Tanpa curiga apalagi cemburu, Komeng yang maklum,
menyambut uluran tangan si cowok dan
memperkenalkan dirinya dengan sikap gagah
"Komeng Van De Baskom "
"Bambang Singonerkam Mangsa," si cowok pun menyebut
namanya
Keduanya saling lempar senyum
"Apakah mas salah seorang keluarga Tina?" Tanya Komeng
kemudian
"Yaa, " sahut Bambang
"Kakaknya?" Komeng jadi kepingin kepastian
"Bukan"
"Bukan? Lalu, mas Bambang apanya Tina?" Komeng penasaran
Saat itulah, Tina mengambil alih perhatian. Tanpa merasa beralah,
Tina menjelaskan.
"Bang... mas Bambang ini adalah suami Tina. Ia baru bebas
dari penjara, karena terlibat kasus pembunuhan"
"Apaaa?" Tanya Komeng, yang tentu saja jadi kaget
setengah koit
"Kamu congek, ya ! " Sentak Bambang
"Barusan kan, dijelaskan, aku suaminya dan baru saja bebas
dari penjara. Apa kurang jelas?"
"Je..je...jelas, kok," sahut Komeng yang mendadak
berubah jadi sangat gugup
"Naah, kalau jelas, cepat kamu minggat dari sini dan jangan
punya niat untuk kembali lagi. Ngerti !"
Mulanya, Komeng ingin sekali membalas sentakan Bambang dengan full
emosional. Tapi, rencananya
digagal-totalkan. Maklum, saat memperhatikan sosok Bambang
dengan seksama, yang terpikir oleh
Komeng hanya satu. Lebih baik selamat timbang babak belur atau
terkapart di rumah Tina.
Dengan segenap kelemah-lunglaiannya dan rasa kesal dan menyesal
sejadi-jadinya, Komeng bergegas
meninggalkan rumah Tina. Dan, ia sengaja tak mau pamit
"Dasar cewek kampret. Cewek tukang kibul, cewek berhati
palsu.
Gue doain, semoga elu bedua disamber kebahagiaan. Eh, salah,
disamber gledek " Rutuk Komeng sambil terus melangkah pulang ke tempat kostnya. Sesampai di
kamar, Komeng hanya mampu melempar dan membanting bantal guling dan
mengacak-ngacak ranjang tempat tidurnya.
Komeng sama sekali tak mimpi, jika akhirnya tertipu cewek di Jakarta