Sunday, April 28, 2013
GARA GARA KEPEDESAN
Kali ini, pak guru yang kesal karena Kardun yang diminta tolong membelikan bakso dn dipesan jangan pakai sambal, dikira benar nggak pakai sambal. Sebab, di bagian paling atas mangkok, saat bakso diserahkan, pak guru memang sama sekali nggak melihat ada sambel, Makanya, dengan bernafsu dia menyikat bakso yang baru saja diserahkan oleh Kardun Nggak taunya, di bagian bawah mangkuk malah penuh dengan sambel. Nah, siapa yang sangka kalau akhirnya pak guru kelojotan menahan pedas. Untuk itu, pak guru memanggil Kardun dan dua temannya yang ikut mengantar Kardun membeli bakso. "Kalau kalian bisa menjawab pertanyaan bapak, kalian boleh pulang cepat. JIka gagal, harus bersedia dijemur diterik matahari," kata pak Guru. Dengan santai dan sikap yakin, Kardun malah nyahut " Siapa takut, pak?"
KENTUT DI ERA PEMBANGUNAN
PERANAN KENTUT DLM PEMBANGUNAN.
Dapat dipastikan, bahwa tiap kali dilakukan pembahasan soal pembangunan baik oleh pemimpin negara maupun pemimpin RT, yang namanya kentut pasti tak pernah dibahas apalagi dibicarakan. Padahal, peran kentut itu sendiri tak hanya sangat besar. Tapi, juga sangat strategis. Sebab, siapapun yakin, Jika
Presiden & para mentri tidak pernah kentut selama seminggu berturut turut turut, pasti
berdampak hebat pada laju pembangunan. Mengapa? Karena jika hal tersebut terjadi, semua harus segera dilarikan secepatnya ke ruang UGD sebuah rumah sakit dan dapat dipastikan harus dirawat secara intensif. Jika tidak, mahluk yang sudah tidak bisa ngegas, bakal senasib dengan mobil atau motor, tidak bisa jalan. Nah begitu pun dengan manusia yang biasanya braaat breeeet broooot saat melepas kentut, pasti akan semaput bila seminggu berturut turut tak disambangi oleh sang kentut. Back ground itulah yg
dijadikan alasan untuk menggelar seminar seperempat hari bertajuk
PERANAN KENTUT DALAM PEMBANGUNAN. Menurut Prof. DR dr PAIJO DOANG
DONG AH, MSc, MSi TBc, masyara kat mokal kentut, bukan karena baunya.
Tapi, karena jenis suaranya, yang bisa saja ngebas buanget. Padahal,
yang kentut dengan bunyi tak terdeteksi alias cuma peeesssss, baunya
lebih dari bangkai busuk. Tapi yg brat brit brut bret brot, meski
suaranya bak ledakan bom, malah tak bau. "Jadi," tutur
beliau dgn semangat baja yg diam-diam kentut tapi bunyinya tak
terdengar krn peeeeesssss, " marilah kita dekatkan perspektif
kentut secara proporsional, krn harus diakui, kentut itu sendiri punya
peranan dalam pembangunan," lanjut beliau. Hanya, ketika seorang
peserta diskusi berdiri dan menunjuk tangan, beliau tak langsung
merespon. Stelah peeesssnya dikeluarkan, beliau baru bertanya.
"Anda
ingin bertanya?" tanya sang profesor
"Tidak pak. Saya
males bertanya"
"Lalu kenapa berdiri dan angkat tangan?"
Sang prof menahan kesal.
"Saya berdiri dan angkat tangan, krn
ingin minta izin buang gas"
Sang profesor tak sempat
merespon, krn sang peserta langsung membuang gas yang beraroma rock,
Braaat...Briiit Bruuut breeeet Broooot.
Peserta lain yg ternyata
ingin kentut tp sejak acara hanya menahan hasrat kentutnya, tidak
marah. Spontan mreka berdiri dan tanpa bertanya lagi, melepas gas
tektonik alami yg diproduk oleh masing-masing perut. Sang profesor,
dgn kesal melampiaskan juga kentutnya. Hanya, tdk braat breeet broot.
Tapi, peesss...pesss...pesss.
BANTU SUSUN LAPORAN
AKU INGIN, nanti malam, setelah aku selesai rapat dan sampai di rumah, kamu tidak sedang ngorok," pesan sang suami pada sang isteri.
Tentu saja, isterinya, sangat senang. Sebab, sudah lebih seminggu, merasa nggak disentuh, gak dicolek dan selama seminggu digratisin oleh suaminya, membuatnya berasumsi secara pribadi dan dia tak sadar jika jelang tutup buku perusahaan, suaminya yang sangat sibuk lebih fokus ke pekerjaan.
Karena
pesan itulah, isterinya mandi kembang, dan begitu dapat bel dari
suaminya, bahwa ia sudah meluncur pulang menuju rumah, dandan
habis-habisan. Sengaja mengenakan gaun yang oleh para ahli ngintip dinyatakan sebagai gaun paling tipis se Indonesia.
"
Huuuh...akan kuhabisi dia, agar besok dan besok serta lusa, selalu nyolek dan peduli
sama aku," begitu kata hatinya, yang ternyata bertekad untuk membuktikan. Pas mendengar suara mobil suaminya, sang isteri dengan optimis, ceria dan penuh harap segera menuju pintu pagar untuk membukakan pintu. Setelah memarkir kendaraan dan turun dari mobilnya, suaminya malah langsung tercengang. Dia menunjukkan kaget seriusnya. Akibatnya, tas berisi dokumen terjatuh dan
menimpa kakinya. Sambil ngeluh dan memegangi kakinya yang sakit, suaminya berkata: " Mama...
apa-apaan, sih kamu?"
" Lhooo, kok papa tanya begitu.
Bukankah papa melarang mama tidur?" Sahut sang isteri sambil merapatkan wajahnya ke bahu sang suami
"Iyaa.. tapi,
maksudnya, papa mau minta bantuan agar mama menyusun kwitansi untuk
laporan keuangan yang malam ini harus selesai," sahut sang suami. (ode)
Wednesday, April 24, 2013
PANTUN : NASIHAT AYAH KEPADA ANAK (DUA)
Selain berdoa ayah wajib mengingatKAN
Agar pas menjabat kamu tidak lupa
diRI
Jadilah pemimpin yang mensejahteraKAN
Agar saat kau mengajak rakyat tidak laRI
Laksanakan program sesuai nomor uRUT
Boleh lompat jika urgen dan dinlai
paTUT
Ingat nak, jangan sampai rakyat
cembeRUT
Sikap kamu sendiri jangan plintat plinTUT
Jangan cuma pintar bicara atau
danDAN
Karena harus mikir soal pembanguNAN
Jadilah pemimpin berkarakter taulaDAN
Agar rakyat tak hanya menikmati aNGAN2
Nak… teruslah melangkah
ke dePAN
Tapi tengok ke samping dan belaKANG
Nak, kenapa rakyat menaruh haraPAN
Karena berharap kamu tak terjengKANG
Kotoran hanya layak masuk tong
samPAH
Kalau masuk ke kulkas, sudah
tak waRAS
Nak.. bukanah pemimpin ucapkan
sumPAH
Maka katakan, mari berswa-sembada beRAS
Kapan pun, angin selalu berhemBUS
Semilirnyanya tak akan mencelakaKAN
Karena disumpah kamu harus meneBUS
Hasrat rakyat yang ingin disejahteraKAN
Laut kita masih berlimpah ikan teRI
Potensinya bisa dijadikan sandaRAN
Jika beeras berlimpah, bangun industRI
Agar mampu bersaing dan berkejaRAN
Tak hanya dengan tetangga terdeKAT
Tapi dengan negara yang sudah maJU
Tapi utamakan musyawarah & mufaKAT
Demokrasi seperti itu rakyat pasti
setuJU
Dengan begitu, kau tahu mengapa
jeraPAH
Kakinya tinggi. lehernya justru
panJANG
Jadi, jika kamu sudah berani ucap
sumPAH
Sejahterakan rakyat meski badai
menerJANG
Nak... selagi hujan masih rintik rinTIK
Bergegaslah kamu berangkat ke kanTOR
Pemimpin memang harus ahli berpolitiK
Hanya, jangan gunakan cara yang koTOR
PANTUN : NASIHAT AYAH KEPADA ANAK (SATU)
Nak …. Lihatlah rombongan buRUNG
Selalu bersama saat mereka terBANG
Nak… janganlah engkau terus muRUNG
Meski kondisi negeri datangkan bimBANG
Nak… jika burung bisa terbang tingGI
Cita citamu harus seluas angkasa raYA,
Mari berpikir & kerja keras tuk
negeRI
Agar Indonesia jadi negeri yang berjaYA
Kotoran layak masuk ke tong samPAH
Kalau masuk kulkas pertanda tak waRAS
Katakan, setelah nanti kamu disumPAH
Kujadikan Indonesia sebagai gudang
beRAS
Hanya, jangan berlebihan mengapresiaSI
Yang baik. tidak ada lebih tidak
kuRANG
Hanya, jangan sesekali melakukan
korupSI
Karena dalam hidup kita tak boleh
cuRANG
Juga nak, jangan merasa karena
terlanJUR
Sebab, semua masalah bisa dikendaliKAN
Berbaktilah dengan cara dan sikap juJUR
Sebab, rakyat cuma ingin disejahteraKAN
Gak mungkin rakyat cuma ongkang
kaKI
Mereka justeru lebih siap bekerja
keRAS
Hanya, bisa saja rakyat akhirnya
keKI
Jika prilaku pemimpin makin tidak
waRAS
Meski keras kayu jati bisa
digergaJI
Jadi, hadapi masalah tak perlu
guSAR
Nak... pejabat yang ingat pada janJI
Kalaupun berbuat salah tidak beSAR
PANTUN : JANGAN ALERGI SAMA KENTUT
Kalau memang dinilai tidak paTUT
Buat apa sih mesti maksa dipameRIN
Jika memang sudah kepingin kenTUT
Silahkan, cuma brotnya jangan dibesaRIN
Buat apa sih mesti maksa dipameRIN
Jika memang sudah kepingin kenTUT
Silahkan, cuma brotnya jangan dibesaRIN
Kalau sudah dianggap terlanjur
kaTUT
Nggak perlu lagi deh dikeles keleSIN
Kalau memang kebelet mau kenTUT
Cepet cepet deh tuh kentut dilepaSIN
Nggak perlu lagi deh dikeles keleSIN
Kalau memang kebelet mau kenTUT
Cepet cepet deh tuh kentut dilepaSIN
Makanya jangan suka plintat
plinTUT
Kecuali mau dipentokin ke lemaRI
Jangan deh sembarang lepas kenTUT
Kecuali gak kuatir isteri bakal laRI
Kecuali mau dipentokin ke lemaRI
Jangan deh sembarang lepas kenTUT
Kecuali gak kuatir isteri bakal laRI
Ngapain malah natap lampu
soROT
Emangnye mata tahan sama siLAU
Kalau dengar suara brat bret bROT
Itu suara kentut, anda tak perlu gaLAU
Emangnye mata tahan sama siLAU
Kalau dengar suara brat bret bROT
Itu suara kentut, anda tak perlu gaLAU
Ngeliat celana yang cuma seluTUT
Jadi kepingin deh ikutan olahraGA
Mengapa harus dilepas tuh kenTUT
Agar tetap sehat tuh jiwa raGA
Jadi kepingin deh ikutan olahraGA
Mengapa harus dilepas tuh kenTUT
Agar tetap sehat tuh jiwa raGA
Makanya perkuat tuh posisi
luTUT
Soalnya dipakai buat kuda kuDA
Bang.. maaf yee aye mau kenTUT
Oh ya? silahkan kentut oh adinDA
Soalnya dipakai buat kuda kuDA
Bang.. maaf yee aye mau kenTUT
Oh ya? silahkan kentut oh adinDA
Gue memang tukang caTUT
Tapi gak serakah sama orDER
Barusan, gue emang kenTUT
Tapi baunye gak bikin keDER
Tapi gak serakah sama orDER
Barusan, gue emang kenTUT
Tapi baunye gak bikin keDER
Kalo emang niat mau ngeliat kaBUT
Tiap hari mesti ikhlas bangun paGI
Dengar kentut jangan kalang kaBUT
Toh, yang barusan kentut nggak groGI
Tiap hari mesti ikhlas bangun paGI
Dengar kentut jangan kalang kaBUT
Toh, yang barusan kentut nggak groGI
Nggak usah deh pake cembeTUT
Padahal, sebenernye sih kepiNGIN
Nggak usah alergi sama kenTUT
Kecuali anda mau masuk aNGIN
POS SENYUM






