Sunday, April 28, 2013

GARA GARA KEPEDESAN


          PAK GURU, selalu punya cara menghukum murid bernama Kardun . Padahal, Kardun murid paling pintar di kelas. Cuma, karena bandel dan sering bikin kesal gurunya, kerap diincar oleh sang guru untuk diberi hukuman.                                                                                                  
         Kali ini, pak guru yang kesal karena Kardun yang diminta tolong membelikan bakso dn dipesan jangan pakai sambal, dikira benar nggak pakai sambal. Sebab, di bagian paling atas mangkok, saat bakso diserahkan, pak guru memang sama sekali nggak melihat ada sambel, Makanya, dengan bernafsu dia menyikat bakso yang baru saja diserahkan oleh Kardun                                                                                         Nggak taunya, di bagian bawah mangkuk malah penuh dengan sambel. Nah, siapa yang sangka kalau akhirnya pak guru kelojotan menahan pedas. Untuk itu, pak guru memanggil Kardun dan dua temannya yang ikut mengantar Kardun membeli bakso. "Kalau kalian bisa menjawab pertanyaan bapak, kalian boleh pulang cepat. JIka gagal, harus bersedia dijemur diterik matahari," kata pak Guru. Dengan santai dan sikap yakin, Kardun malah nyahut " Siapa takut, pak?"
PAK GURU pun mulai mengajukan pertanyaan pada ANDI.
"Andi... berapa jika tujuh dikalikan dengan tujuh?" Dengan tenang, Andi yang nggak pintar pintar amat dan tidak bego bego udin menjawab dengan tepat. “ Itu sih empat puluh sembilan,pak”.
"Kamu boleh pulang," kata pak Guru yang lantas mengajukan pertanyaan ke Kimong " Kimong... jika sepuluh dikurangi 9, apakah ada sisanya?" Tanya pak Guru yang kayaknya sengaja memberikan pertanyaan paling mudah.Bukan lantara paham kalo Komeng sering telat mikir, tapi karena baik Kimong maupun Andi memang hanya sebagai pelengkap yang kelak bisa dijadikan alasan bila apa yang dilakukan olehnya diprotes. Baik oleh rekan sejawat maupun orangtua murid
"Jelas ada dong, pak. Kalau yang nggak ada, pasti jika sembilan dikurang sepuluh. Kalau sebaliknya bersisa satu pak,” Kimong malah menjawab sambil beretorika
Tentu saja Kardun yang menyaksikan hal itu merasa sangat yakin dan kelihatan makin tenang. Sebab, dialah ranking pertama di kelas dan sama sekali tak iri dengan kedua rekannya yang bisa menjawab karena soalnya memang mudah. "Pertanyaan untuk saya, apa,pak?" Tanya Kardun yang malah seperti menantang "Kamu siap?" Tanya pak GURU "Kenapa tidak pak?" Sahut Kardun dengan agak sedikit sombong.
PAK GURU pun bertanya. " Hai Kardun, jadi berapa jika 19 dikalikan 19, dikalikan 29, dikalikan 39, dikalikan 49, dikalikan 59, dikalikan 69, dikalikan 89 dan dikalikan 99 lalu ditambah 79 dan dikurangi 9 serta dipotong pajak sebesar 10 prosen?"
MOHENG kontan tercengang. Namun, segera bergegas berpikir. Tapi, akhirnya malah tak terpikir. Ia pun disuruh parkir di lapangan olahraga. Untuk menerima hukuman.
"Loe tadi bikin gue kepedesan, yee. Sekarang, gue bikin lu kepanasan," kata pak GURU, tentu saja di dalam hati. Kalo kalimat itu disampaikan ke kepala sekolah, dia yakin tak akan disetujui jika mengajukan utang ke koperasi sekolah (od)

KENTUT DI ERA PEMBANGUNAN


PERANAN KENTUT DLM PEMBANGUNAN. 
         Dapat dipastikan, bahwa tiap kali dilakukan pembahasan soal pembangunan baik oleh pemimpin negara maupun pemimpin RT, yang namanya kentut pasti tak pernah dibahas apalagi dibicarakan.                      Padahal, peran kentut itu sendiri tak hanya sangat besar. Tapi, juga sangat strategis. Sebab, siapapun yakin, Jika Presiden & para mentri tidak pernah kentut selama seminggu berturut turut turut, pasti berdampak hebat pada laju pembangunan.                                                                            Mengapa? Karena jika hal tersebut terjadi, semua harus segera dilarikan secepatnya ke ruang UGD sebuah rumah sakit dan dapat dipastikan harus dirawat secara intensif.                                                                                          Jika tidak, mahluk yang sudah tidak bisa ngegas, bakal senasib dengan mobil atau motor, tidak bisa jalan. Nah begitu pun dengan manusia yang biasanya braaat breeeet broooot saat melepas kentut, pasti akan semaput bila seminggu berturut turut tak disambangi oleh sang kentut.                   Back ground itulah yg dijadikan alasan untuk menggelar seminar seperempat hari bertajuk PERANAN KENTUT DALAM PEMBANGUNAN. Menurut Prof. DR dr PAIJO DOANG DONG AH, MSc, MSi TBc, masyara kat mokal kentut, bukan karena baunya. Tapi, karena jenis suaranya, yang bisa saja ngebas buanget. Padahal, yang kentut dengan bunyi tak terdeteksi alias cuma peeesssss, baunya lebih dari bangkai busuk. Tapi  yg brat brit brut bret brot, meski suaranya bak ledakan bom, malah tak bau. "Jadi," tutur beliau dgn semangat baja yg diam-diam kentut tapi bunyinya tak terdengar krn peeeeesssss, " marilah kita dekatkan perspektif kentut secara proporsional, krn harus diakui, kentut itu sendiri punya peranan dalam pembangunan," lanjut beliau. Hanya, ketika  seorang peserta diskusi berdiri dan menunjuk tangan, beliau tak langsung merespon. Stelah peeesssnya dikeluarkan, beliau baru bertanya.
"Anda ingin bertanya?" tanya sang profesor
"Tidak pak. Saya males bertanya"
"Lalu kenapa berdiri dan angkat tangan?" Sang prof menahan kesal.
"Saya berdiri dan angkat tangan, krn ingin minta izin buang gas"
Sang profesor tak sempat merespon, krn sang peserta langsung membuang gas yang beraroma rock, Braaat...Briiit Bruuut breeeet Broooot.
Peserta lain yg ternyata ingin kentut tp sejak acara hanya menahan hasrat kentutnya, tidak marah. Spontan mreka berdiri dan tanpa bertanya lagi, melepas gas tektonik alami yg diproduk oleh masing-masing perut. Sang profesor, dgn kesal melampiaskan juga kentutnya. Hanya, tdk braat breeet broot. Tapi, peesss...pesss...pesss.



BANTU SUSUN LAPORAN


AKU INGIN, nanti malam, setelah aku selesai rapat dan sampai di rumah, kamu tidak sedang ngorok," pesan sang suami pada sang isteri. 
Tentu saja, isterinya, sangat senang. Sebab, sudah lebih seminggu, merasa nggak disentuh, gak dicolek dan selama seminggu digratisin oleh suaminya, membuatnya berasumsi secara pribadi dan dia tak sadar jika jelang tutup buku perusahaan, suaminya yang sangat sibuk lebih fokus ke pekerjaan.
Karena pesan itulah, isterinya mandi kembang, dan begitu dapat bel dari suaminya, bahwa ia sudah meluncur pulang menuju rumah, dandan habis-habisan. Sengaja mengenakan gaun yang oleh para ahli ngintip dinyatakan sebagai gaun paling tipis se Indonesia.
" Huuuh...akan kuhabisi dia, agar besok dan besok serta lusa, selalu nyolek dan peduli sama aku," begitu kata hatinya, yang ternyata bertekad untuk membuktikan.                                                                                            Pas mendengar suara mobil suaminya, sang isteri dengan optimis, ceria dan penuh harap segera menuju pintu pagar untuk membukakan pintu. Setelah memarkir kendaraan dan turun dari mobilnya, suaminya malah langsung tercengang. Dia menunjukkan kaget seriusnya. Akibatnya,  tas berisi dokumen terjatuh dan menimpa kakinya. Sambil ngeluh dan memegangi kakinya yang sakit, suaminya berkata:                                            " Mama... apa-apaan, sih kamu?"
" Lhooo, kok papa tanya begitu. Bukankah papa melarang mama tidur?" Sahut sang isteri sambil merapatkan wajahnya ke bahu sang suami
"Iyaa.. tapi, maksudnya, papa mau minta bantuan agar mama menyusun kwitansi untuk laporan keuangan yang malam ini harus selesai," sahut sang suami. (ode)

Wednesday, April 24, 2013

PANTUN : NASIHAT AYAH KEPADA ANAK (DUA)


Selain berdoa ayah wajib mengingatKAN
Agar pas menjabat kamu tidak lupa diRI
Jadilah pemimpin yang mensejahteraKAN
Agar saat kau mengajak rakyat tidak laRI

Laksanakan program sesuai nomor uRUT
Boleh lompat jika urgen dan dinlai paTUT
Ingat nak, jangan sampai rakyat cembeRUT
Sikap kamu sendiri jangan plintat plinTUT
Jangan cuma pintar bicara atau danDAN
Karena harus mikir soal pembanguNAN
Jadilah pemimpin berkarakter taulaDAN
Agar rakyat tak hanya menikmati aNGAN2

Nak… teruslah melangkah ke dePAN
Tapi tengok ke samping dan belaKANG
Nak, kenapa rakyat menaruh haraPAN
Karena berharap kamu tak terjengKANG

Kotoran hanya layak masuk tong samPAH
Kalau masuk ke kulkas, sudah tak waRAS
Nak.. bukanah pemimpin ucapkan sumPAH
Maka katakan, mari berswa-sembada beRAS

Kapan pun, angin selalu berhemBUS
Semilirnyanya tak akan mencelakaKAN
Karena disumpah kamu harus meneBUS
Hasrat rakyat yang ingin disejahteraKAN

Laut kita masih berlimpah ikan teRI
Potensinya bisa dijadikan sandaRAN
Jika beeras berlimpah, bangun industRI
Agar mampu bersaing dan berkejaRAN

Tak hanya dengan tetangga terdeKAT
Tapi dengan negara yang sudah maJU
Tapi utamakan musyawarah & mufaKAT
Demokrasi seperti itu rakyat pasti setuJU

Dengan begitu, kau tahu mengapa jeraPAH
Kakinya tinggi. lehernya justru panJANG
Jadi, jika kamu sudah berani ucap sumPAH
Sejahterakan rakyat meski badai menerJANG

Nak... selagi hujan masih rintik rinTIK
Bergegaslah kamu berangkat ke kanTOR
Pemimpin memang harus ahli berpolitiK
Hanya, jangan gunakan cara yang koTOR

PANTUN : NASIHAT AYAH KEPADA ANAK (SATU)


Nak …. Lihatlah rombongan buRUNG
Selalu bersama saat mereka terBANG
Nak… janganlah engkau terus muRUNG
Meski kondisi negeri datangkan bimBANG

Nak… jika burung bisa terbang tingGI
Cita citamu harus seluas angkasa raYA,
Mari berpikir & kerja keras tuk negeRI
Agar Indonesia jadi negeri yang berjaYA

Kotoran layak masuk ke tong samPAH
Kalau masuk kulkas pertanda tak waRAS
Katakan, setelah nanti kamu disumPAH
Kujadikan Indonesia sebagai gudang beRAS

Hanya, jangan berlebihan mengapresiaSI
Yang baik. tidak ada lebih tidak kuRANG
Hanya, jangan sesekali melakukan korupSI
Karena dalam hidup kita tak boleh cuRANG

Juga nak, jangan merasa karena terlanJUR
Sebab, semua masalah bisa dikendaliKAN
Berbaktilah dengan cara dan sikap juJUR
Sebab, rakyat cuma ingin disejahteraKAN

Gak mungkin rakyat cuma ongkang kaKI
Mereka justeru lebih siap bekerja keRAS
Hanya, bisa saja rakyat akhirnya keKI
Jika prilaku pemimpin makin tidak waRAS

Meski keras kayu jati bisa digergaJI
Jadi, hadapi masalah tak perlu guSAR
Nak... pejabat yang ingat pada janJI
Kalaupun berbuat salah tidak beSAR

PANTUN : JANGAN ALERGI SAMA KENTUT


Kalau memang dinilai tidak paTUT
Buat apa sih mesti maksa dipameRIN
Jika memang sudah kepingin kenTUT
Silahkan, cuma brotnya jangan dibesaRIN

Kalau sudah dianggap terlanjur kaTUT
Nggak perlu lagi deh dikeles keleSIN
Kalau memang kebelet mau kenTUT
Cepet cepet deh tuh kentut dilepaSIN

Makanya jangan suka plintat plinTUT
Kecuali mau dipentokin ke lemaRI
Jangan deh sembarang lepas kenTUT
Kecuali gak kuatir isteri bakal laRI

Ngapain malah natap lampu soROT
Emangnye mata tahan sama siLAU
Kalau dengar suara brat bret bROT
Itu suara kentut, anda tak perlu gaLAU

Ngeliat celana yang cuma seluTUT
Jadi kepingin deh ikutan olahraGA
Mengapa harus dilepas tuh kenTUT
Agar tetap sehat tuh jiwa raGA

Makanya perkuat tuh posisi luTUT
Soalnya dipakai buat kuda kuDA
Bang.. maaf yee aye mau kenTUT
Oh ya? silahkan kentut oh adinDA

Gue memang tukang caTUT
Tapi gak serakah sama orDER
Barusan, gue emang kenTUT
Tapi baunye gak bikin keDER

Kalo emang niat mau ngeliat kaBUT
Tiap hari mesti ikhlas bangun paGI
Dengar kentut jangan kalang kaBUT
Toh, yang barusan kentut nggak groGI

Nggak usah deh pake cembeTUT
Padahal, sebenernye sih kepiNGIN
Nggak usah alergi sama kenTUT
Kecuali anda mau masuk aNGIN

POS SENYUM


NOSTALGIA MEMBAWA MAUT
Kong LIHUN dan Kong Bopak yang lebih setengah abad nggak pernah ketemu, saat bersamaan meluncur ke sebuah rumah sakit yang sama. Dan saat bersamaan, memarkirkan kendaraannya di halaman parkir yang lokasinya berdempetan. Setelah masing2 buka helm, keduanya bertatapan. Kong LIHUN kaget. Kong Bopak sama, kaget, krn sama-sama merasa kenal.
" Lu Lihun, kan ?" Kata Kong Bapak, sambil nunjuk dgn jari dgn yakin.
" Lu bopak, kan ?" Balas kong Lihun dgn super yakin.
Stlh sama-sama mengiayakan, mereka turun dari motor. Saling nubruk, saling meluk. " Lu mau ngapain ke rumah sakit?" Tanya Kong Bopak sambil mengencangkan pelukan.
"Gue mo bezuuuk anak gue nyang baru ngasih gue cucu ke 17 " Sahut Kong Lihun sambil melakukan hal yang sama, mengencangkan pelukan. " Nah, lu sendiri, mau ngapain ke rumah sakit "
" Gue mau nengokin bini ke tujuh gue yang semalam ngelahirin," kong bopak menjelaskan, sambil kembali memeluk lebih erat
"Syeeet, deh, memang bini lu ada berape?" Meski ngerasa nyesek, kong Lihun jg kembali ikut mengencangkan pelukan.
"Bini gue cuman sebelas. Cuman, yg udeh mati baru tiga. Mangkanye gue punya rencana mau nambah lagi," usai menjelaskan, kong Bopak semakin mengeratkan pelukannya.
"Syet dah. Masih sisa banyak, lu udeh punya rencana mau nambah bini lagi?" Tanya Kong Lihun, yang kembali kencangkan pelukan meski sudah sesak nafas
"Be..be..begi.." Meski mulai terbata-bata, Kong Bopak tetap mengencangkan pelukannya.
"Be..begi..begi... uuuh, gu..gue nyes..nyes " Kong Lihun yg jg makin nyesek, ikutan ngencengin pelukan. KARENA sama-sama bersemangat mengencangkan pelukan, nostalgia dua sahabat lama, tak berlangsung lama. Hanya, SATPAM dan pihak rumah sakit, hrs mau berlama-lama dlm berpusing ria, krn mrk hrs sibuk mencari di mana alamat kedua kakek, yang wafat diareal parkir akibat bernostalgia di halaman parkir rumah sakit (ode)