MASIH ADA
JALAN
oleh:
Oesman Doblank
TIGA
PULUH TUJUH
(8)
GELAS kopi yang
masih ada di meja, memang sudah kering. Hanya tersisa ampas Ta pi,
Bondan masih belum mau beranjak. Dia ma sih ingin rilek di kantin.
Menikmati suasana ru mah sakit yang saat jam bezuk, padat pengun
jung. Bondan melepas senyum, saat Niken dan Julia menghampiri mejanya
“Terima
kasih, yaa. Maaf lho, kalau saya menyusahkan “
“Nggak
apa-apa, kok, pak. Cuma, pak Sa bar itu, orangnya, kok, aneh, ya,
pak?” Niken ter paksa, ngomong apa adanya
“Ooh, yaa?”
“Iya,...